PALANGKA RAYA | Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan kampus yang terbuka, komunikatif, dan kolaboratif. Melalui visi tersebut, UPR diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Komitmen itu disampaikan Prof. Bhayu saat berdialog dan bersilaturahmi bersama para jurnalis di Kota Palangka Raya. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan berbagai gagasan untuk memperkuat peran UPR sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Menurut Prof. Bhayu, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“UPR harus menjadi wadah pengembangan SDM berkualitas di Kalteng. Kita ingin kampus ini terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR itu menilai keterbukaan merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola universitas yang sehat dan dipercaya publik. Karena itu, ia berkomitmen membuka ruang komunikasi yang luas dengan seluruh unsur kampus maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Siap terbuka berdialog dan memfasilitasi semua kepentingan kampus. Tidak akan ada komunikasi yang tersumbat, baik dengan media, mahasiswa, maupun pihak lainnya,” tegasnya.
Prof. Bhayu menambahkan, hubungan yang harmonis antara pimpinan universitas, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga media menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim akademik yang produktif dan inovatif.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia industri, serta dinamika pembangunan daerah.
Menurutnya, UPR harus mampu menjadi institusi yang responsif terhadap perubahan zaman sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat Kalteng.
“Kemajuan universitas tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, media, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Melalui pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif, Prof. Bhayu berharap UPR semakin kuat sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, meningkatkan daya saing daerah, serta berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Kalteng.
“Tujuan akhirnya adalah menjadikan UPR sebagai rumah besar pengembangan SDM yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/cen)
Posting Komentar