PESISIR SELATAN | Keseriusan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dalam menjaga kelancaran jalur strategis lintas Sumatera kini mulai terlihat nyata di lapangan. Di bawah koordinasi Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, ST, pekerjaan preservasi jalan nasional di ruas Kambang–Tapan hingga batas Bengkulu terus dipercepat melalui penanganan menyeluruh pada badan jalan, drainase, hingga pembentukan ulang bahu jalan.
Masudi menjadi figur penting yang terus mendorong percepatan pekerjaan di lapangan agar jalur logistik nasional tetap aman, nyaman, dan layak dilalui masyarakat. Di tengah tingginya mobilitas kendaraan angkutan berat lintas provinsi, Satker PJN Wilayah II memilih bergerak cepat menutup titik-titik kerusakan yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan.
Tak hanya fokus pada tambal sulam aspal, Masudi juga mengarahkan agar penanganan dilakukan secara permanen dengan membuka kembali jalur pembuangan air yang selama ini tersumbat akibat endapan tanah dan vegetasi liar di bahu jalan.
“Kami ingin penanganan ini benar-benar fungsional. Bukan sekadar memperbaiki permukaan aspal, tetapi juga memastikan air tidak lagi menggenangi badan jalan,” ujar Masudi.
Langkah tersebut kemudian diterjemahkan secara teknis oleh PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., yang turun langsung memetakan titik-titik rawan genangan dan kerusakan di sepanjang ruas nasional selatan Sumbar.
Di tangan Gina Lamria, penanganan lapangan kini berjalan lebih terukur. Tim teknis melakukan grading atau pembentukan ulang kemiringan bahu jalan agar aliran air kembali normal dan tidak tertahan di sisi aspal.
Penanganan ini terbukti mulai memberikan dampak positif di sejumlah titik yang sebelumnya kerap dikeluhkan pengendara saat hujan turun. Beberapa lokasi genangan yang dulu menutupi bahu jalan kini mulai terbuka setelah dilakukan pengerukan tanah dan pembersihan saluran air.
Gina Lamria Indriati Tampubolon menjelaskan bahwa kondisi bahu jalan yang lebih tinggi dari permukaan aspal menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di ruas nasional tersebut.
“Selama ini ada endapan tanah dan pertumbuhan vegetasi yang membuat air tidak bisa mengalir normal. Ketika air tertahan terlalu lama di pinggir aspal, struktur jalan menjadi cepat rusak,” terang Gina.
Karena itu, selain penanganan badan jalan, Gina juga memprioritaskan normalisasi drainase serta pemotongan vegetasi di sejumlah titik padat lalu lintas, termasuk kawasan depan SDN 07 Labuhan Balai Selasa dan ruas Tapan menuju batas Bengkulu.
Di lapangan, alat berat dan pekerja terlihat aktif melakukan pembentukan bahu jalan, penggalian saluran air, hingga pembersihan endapan tanah yang selama bertahun-tahun menutup jalur aliran air alami.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Satker PJN Wilayah II Sumbar dalam mempertahankan fungsi jalan nasional di tengah keterbatasan anggaran dan kenaikan harga material konstruksi.
Meski demikian, Masudi memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama. Ia menegaskan seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengawasan teknis agar hasil penanganan benar-benar berdampak bagi masyarakat pengguna jalan.
Masudi juga memberi perhatian khusus terhadap aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Rekanan pelaksana PT Anatama Konstruksi Utama diminta melengkapi titik pekerjaan dengan rambu-rambu dan perlengkapan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengendara.
Sementara itu, Gina Lamria terus melakukan evaluasi lapangan secara berkala untuk memastikan progres penanganan berjalan sesuai target. Setiap titik kerusakan dan genangan diprioritaskan berdasarkan tingkat risiko terhadap keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus logistik nasional.
Kolaborasi antara Masudi sebagai Kepala Satker dan Gina Lamria Indriati Tampubolon selaku PPK 2.4 kini menjadi motor utama percepatan preservasi jalan nasional di wilayah selatan Sumatera Barat.
Masyarakat pengguna jalan pun mulai merasakan perubahan di sejumlah ruas yang sebelumnya dipenuhi genangan dan sedimentasi bahu jalan. Kondisi jalur yang mulai kembali normal menjadi bukti nyata bahwa penanganan tidak hanya dilakukan di atas kertas, tetapi benar-benar dikerjakan langsung di lapangan.
BPJN Sumbar kembali mengimbau para pengendara yang melintas di jalur Kambang–Tapan hingga batas Bengkulu agar tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan selama proses pemeliharaan berlangsung demi keselamatan bersama.
TIM

Posting Komentar