DHARMASRAYA | Komitmen menjaga kemantapan jalan nasional terus ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II. Salah satu fokus penanganan yang saat ini mendapat perhatian serius adalah pekerjaan preservasi ruas Kiliranjao–Batas Jambi dan Kiliranjao–Batas Riau, koridor strategis yang menjadi penghubung utama antarprovinsi di Pulau Sumatera, Selasa (17/06/2026).
Di balik berbagai aktivitas alat berat yang bekerja di lapangan, terdapat upaya besar untuk memastikan jalur nasional tersebut tetap berfungsi optimal dalam melayani mobilitas masyarakat dan distribusi logistik lintas daerah.
Pekerjaan preservasi yang dilaksanakan melalui PPK 2.3 merupakan bagian dari program berkelanjutan BPJN Sumatera Barat dalam menjaga kondisi jalan agar tetap mantap, aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sementara itu, PPK 2.3 DHANI ASRI, ST memegang peranan penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, target mutu, dan kebutuhan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan BPJN Sumatera Barat melalui media sosial resminya, pekerjaan preservasi pada ruas Kiliranjao–Batas Jambi dan Kiliranjao–Batas Riau meliputi berbagai kegiatan penanganan yang dilakukan secara bertahap di lapangan.
Kegiatan tersebut antara lain pembersihan drainase, pemotongan bahu jalan, penyiapan badan jalan, penggantian box culvert, pekerjaan Campuran Aspal Panas (CAP), hingga perkerasan beton semen pada sejumlah titik yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Kondisi drainase yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga umur layanan jalan. Saluran yang berfungsi optimal mampu mengalirkan air hujan dengan baik sehingga mencegah kerusakan dini pada konstruksi jalan.
Karena itu, pembersihan drainase menjadi salah satu pekerjaan prioritas yang terus dilakukan guna menjaga sistem aliran air tetap lancar dan tidak mengganggu struktur perkerasan jalan.
Selain drainase, penanganan bahu jalan juga menjadi perhatian. Bahu jalan yang tertata baik akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga stabilitas konstruksi di sisi perkerasan utama.
Pada beberapa titik, tim pelaksana juga melakukan penyiapan badan jalan sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas struktur sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.
Pekerjaan penggantian box culvert turut menjadi bagian penting dalam program preservasi ini. Infrastruktur pendukung tersebut memiliki fungsi vital dalam mengalirkan air di bawah badan jalan sehingga keberadaannya harus selalu dalam kondisi baik.
Di sisi lain, pekerjaan Campuran Aspal Panas (CAP) dilakukan guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas permukaan jalan agar kembali nyaman dilalui kendaraan dari berbagai kelas.
Sementara pada lokasi tertentu, diterapkan perkerasan beton semen yang dikenal memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap beban lalu lintas berat yang setiap hari melintasi jalur nasional tersebut.
Ruas Kiliranjao–Batas Jambi–Batas Riau sendiri memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Jalur ini menjadi salah satu koridor utama yang menghubungkan Sumatera Barat dengan wilayah Jambi dan Riau.
Setiap harinya, ribuan kendaraan melintasi ruas tersebut, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik yang membawa berbagai komoditas ekonomi antarprovinsi.
Karena itu, keberhasilan pekerjaan preservasi tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kelancaran arus distribusi barang dan jasa yang menjadi penopang perekonomian daerah.
Di bawah kepemimpinan MASUDI, ST., MT sebagai Kasatker PJN Wilayah II serta pengendalian teknis oleh DHANI ASRI, ST selaku PPK 2.3, pekerjaan preservasi terus didorong agar menghasilkan kualitas terbaik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi antara BPJN Sumatera Barat, Satker PJN Wilayah II, PPK 2.3, konsultan pengawas, serta penyedia jasa konstruksi menjadi kunci dalam mewujudkan jalan nasional yang semakin andal dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, pekerjaan preservasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga konektivitas wilayah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memastikan masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang layak dan berkualitas di sepanjang koridor strategis Kiliranjao–Batas Jambi–Batas Riau.
Wyndoee


Posting Komentar