Di Bawah Komando Masudi, ST., MT., PPK Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si Percepat Preservasi Ruas Padang–Solok–Sawahlunto Sepanjang 3.197 Meter

SUMATERA BARAT | Upaya menjaga kemantapan jalan nasional terus dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II. Salah satu kegiatan strategis yang saat ini berjalan adalah pekerjaan preservasi Jalan Padang–Solok–Sawahlunto yang menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat, distribusi logistik, hingga roda perekonomian di Sumatera Barat.

Pekerjaan tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., dengan pelaksanaan teknis dikawal langsung oleh PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si. Sinergi keduanya menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Ruas Padang–Solok–Sawahlunto selama ini dikenal sebagai salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan pesisir dengan daerah tengah Sumatera Barat. Jalur ini tidak hanya dilalui kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi urat nadi transportasi barang dan jasa yang menopang berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Karena memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, kondisi jalan pada ruas tersebut membutuhkan perhatian berkelanjutan agar tetap berada dalam kondisi mantap. Melalui program preservasi jalan, pemerintah berupaya mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus memperpanjang usia layanan infrastruktur jalan nasional.

Masudi, ST., MT. menegaskan bahwa preservasi jalan merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, tetapi juga bertujuan menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Di lapangan, PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan guna menjamin mutu pekerjaan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu pekerjaan utama yang tengah dilaksanakan adalah Rehabilitasi Minor dengan total panjang penanganan mencapai 3.197 meter. Penanganan tersebut tersebar pada tujuh titik yang berada di sepanjang ruas Padang–Solok–Sawahlunto.

Pekerjaan rehabilitasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi jalan yang membutuhkan peningkatan kualitas perkerasan agar tetap mampu melayani volume lalu lintas yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan meliputi Laston Lapis Aus (AC-WC) yang berfungsi meningkatkan kualitas permukaan jalan sehingga lebih halus, nyaman, dan aman bagi pengguna jalan.

Selain itu, dilakukan pula perbaikan campuran aspal panas pada sejumlah titik guna mengembalikan kondisi perkerasan yang mengalami penurunan kualitas akibat beban lalu lintas dan faktor cuaca.

Tidak hanya fokus pada lapisan permukaan, pekerjaan juga mencakup perbaikan lapis pondasi agregat Kelas A. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur dasar jalan sehingga memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan.

Sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan, tim pelaksana juga membangun bahu jalan beton mutu 15 MPa pada sisi kiri dan kanan jalan. Kehadiran bahu jalan yang lebih kuat diharapkan mampu memberikan ruang aman bagi pengguna jalan dalam berbagai kondisi.

Masudi, ST., MT. menilai bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari panjang jalan yang ditangani, melainkan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, jalan yang mantap akan mempercepat mobilitas orang dan barang, memangkas waktu tempuh, serta meningkatkan efisiensi biaya transportasi yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si terus mendorong seluruh unsur pelaksana agar mengedepankan kualitas pekerjaan serta keselamatan kerja selama proses preservasi berlangsung.

Kehadiran alat berat dan personel di sejumlah titik pekerjaan menjadi bukti keseriusan BPJN Sumatera Barat dalam menjaga infrastruktur jalan nasional tetap berfungsi optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Manfaat pekerjaan preservasi ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan harian. Pelaku usaha, sektor perdagangan, jasa transportasi, hingga masyarakat yang bergantung pada kelancaran distribusi logistik juga akan memperoleh dampak positif dari meningkatnya kualitas ruas jalan tersebut.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, akses menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat akan semakin lancar. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung daya saing daerah dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Komitmen tersebut selaras dengan visi Direktorat Jenderal Bina Marga untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Masudi, ST., MT. sebagai Kepala Satker PJN Wilayah II dan pengawalan teknis oleh PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si, pekerjaan preservasi Jalan Padang–Solok–Sawahlunto diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi fondasi penting bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian Sumatera Barat.

Penulis: Wyndoee

0/Post a Comment/Comments