PADANG | Semangat baru bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Sumatera Barat mengemuka dalam pelantikan Pengurus Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Nusantara (APIMSA) Sumbar Periode 2026–2031 yang berlangsung di lantai 2 The Premiere ZHM Hotel Padang, Sabtu (20/6/2026). Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah komando Rico Alviano.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat APIMSA, Neng Eem Marhamah, di hadapan para pengurus, pelaku usaha, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai unsur yang selama ini turut mendukung perkembangan sektor UMKM di daerah.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi para pelaku usaha untuk memperkuat peran UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional maupun daerah.
Dalam sambutannya, Neng Eem Marhamah menegaskan bahwa keberadaan UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sektor ini telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional dalam berbagai situasi.
Ia menyebutkan bahwa UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya peran pelaku usaha kecil dan menengah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Karena itu, APIMSA terus berkomitmen mendorong transformasi UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pendampingan usaha, perluasan jaringan bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku usaha yang ingin memperluas pasar produknya.
“APIMSA terus mendorong transformasi UMKM melalui pendampingan, perluasan jaringan usaha serta fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha,” tegas Neng Eem Marhamah di hadapan peserta yang hadir.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Menurutnya, APIMSA ke depan harus mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan UMKM.
Kolaborasi tersebut diyakini akan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan akses permodalan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, hingga pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Sementara itu, Ketua APIMSA Sumbar Periode 2026–2031, Rico Alviano, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai wadah yang aktif dalam memperjuangkan kepentingan pelaku UMKM di Ranah Minang.
Rico yang juga merupakan Anggota DPR RI mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja secara nyata dan menjadi garda terdepan dalam mendukung kemajuan UMKM di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini membutuhkan kerja bersama yang terstruktur, mulai dari pembinaan, penguatan akses pasar hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menilai potensi UMKM di Sumatera Barat sangat besar dan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dari tahun ke tahun. Hal itu menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan.
“Di Sumbar, UMKM terus meningkat mencapai lebih dari 740 unit usaha. Potensi ini harus terus didorong agar mampu berkembang lebih kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rico Alviano.
Pelantikan pengurus APIMSA Sumbar tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru penguatan ekosistem UMKM di daerah. Dengan kepengurusan yang baru dan semangat kolaborasi yang semakin kuat, APIMSA diharapkan mampu menghadirkan berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi pelaku usaha.
Harapan besar pun mengiringi langkah organisasi ini untuk menjadi mitra pembangunan yang efektif dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
UMKM merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Kolaborasi antara organisasi pelaku usaha, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Wyndoee

Posting Komentar