PALANGKA RAYA | Rekam jejak akademik Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., menonjol pada indikator publikasi ilmiah internasional berbasis Scopus. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA), Prof. Bhayu memimpin dibandingkan tiga bakal calon rektor lainnya, baik dari jumlah publikasi, H-index, maupun sitasi Scopus.
Data SINTA menunjukkan Prof. Bhayu memiliki 12 publikasi yang terindeks Scopus, tertinggi di antara para bakal calon rektor UPR. Di bawahnya terdapat Dr. Natalina Asi dengan 9 publikasi, Prof. Liswara Neneng sebanyak 6 publikasi, sementara Dr. Thea Ferina belum tercatat memiliki publikasi di basis data Scopus.
Keunggulan Prof. Bhayu juga terlihat pada H-index Scopus yang mencapai 6. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Prof. Liswara Neneng dan Dr. Natalina Asi yang masing-masing memiliki H-index sebesar 3, sedangkan Dr. Thea Ferina tercatat 0.
Tak hanya produktif dalam publikasi, karya ilmiah Prof. Bhayu juga memiliki dampak akademik yang lebih besar. Berdasarkan data SINTA, publikasinya telah memperoleh 112 sitasi di Scopus, tertinggi dibandingkan kandidat lainnya.
Sebagai perbandingan, Prof. Liswara Neneng mengantongi 65 sitasi Scopus, Dr. Natalina Asi memperoleh 38 sitasi, sedangkan Dr. Thea Ferina belum memiliki sitasi pada pangkalan data tersebut.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian Prof. Bhayu tidak hanya dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, tetapi juga banyak dijadikan rujukan oleh peneliti lain. Sitasi menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur pengaruh dan kontribusi suatu karya ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain unggul pada indikator Scopus, Prof. Bhayu juga mencatatkan SINTA Overall Score sebesar 905, tertinggi di antara seluruh bakal calon rektor UPR. Pada indikator SINTA tiga tahun terakhir (3YR), ia memperoleh skor 272.
Dilansir dari Infokalteng.co, Scopus merupakan salah satu basis data publikasi ilmiah internasional yang banyak digunakan sebagai tolok ukur kualitas penelitian, produktivitas akademik, dan reputasi dosen maupun perguruan tinggi. Indikator seperti jumlah publikasi, H-index, dan sitasi menjadi ukuran yang umum digunakan untuk menilai rekam jejak riset seorang akademisi.
Secara keseluruhan, data SINTA memperlihatkan Prof. Bhayu Rhama unggul pada seluruh indikator berbasis Scopus. Keunggulan tersebut mencerminkan konsistensi dalam menghasilkan publikasi ilmiah internasional sekaligus menunjukkan tingkat pengaruh penelitiannya di kalangan akademisi.
Dengan capaian tersebut, Prof. Bhayu Rhama menjadi bakal calon Rektor UPR dengan rekam jejak publikasi internasional terkuat berdasarkan indikator Scopus, baik dari sisi produktivitas publikasi, kualitas yang tercermin melalui H-index, maupun dampak penelitian yang diukur melalui jumlah sitasi. (*/cen)


Posting Komentar